
DEPOKNET – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hasbullah Rahmad, meninjau langsung pelaksanaan kegiatan pasar murah yang digelar di tiga titik strategis di Kota Depok pada Rabu (29/4). Kegiatan ini menyasar ratusan warga yang membutuhkan bantuan pangan pokok di tengah situasi ekonomi global yang dinamis.
Tiga lokasi tersebut meliputi Balai Rakyat, kawasan Raden Saleh, dan area di belakang Rumah Sakit Hermina. Hasbullah menyebutkan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi, di mana setiap titik dihadiri oleh kurang lebih 300 peserta.
Dalam kunjungannya, Hasbullah mengapresiasi langkah pemerintah pusat, khususnya melalui program yang diinisiasi oleh Menteri Koordinator Pangan (Menkopangan), Zulkifli Hasan, yang memberikan subsidi penuh sehingga masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menebus beras.
”Dan tentu saya bersyukur bahwa pasar murah ini yang hadir tidak nebus gitu. Karena kan Pak Menko-nya me-subsidi ya. Dia dari Pak Menko membantu agar beras yang dikirim tidak ditebus sama sekali oleh masyarakat dan Alhamdulillah sudah diberikan,” ujar pria yang akrab disapa ‘Bang Has’.
Selain penyaluran beras, iapun juga turut memberikan bantuan tambahan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan pokok warga di 11 kecamatan yang terwakili.
Lebih lanjut, politisi senior dari Partai Amanat Nasional ini menyoroti keberhasilan Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Ia menyatakan kebanggaannya atas pencapaian swasembada beras dan mendorong diversifikasi pada komoditas pangan lainnya.
”Dan kita harus bangga bahwa Indonesia sekarang sudah swasembada, tidak lagi impor beras, dan sekarang malah berproduksi di berbagai tempat. Saya kira tinggal bagaimana ke depan kita kembangkan lagi selain beras, kita punya banyak sebutan pokok berupa pangan ya. Baik jagung, kentang, kedelai, ketela itu juga harus kita kembangkan agar bisa swasembada,” jelasnya.

Tak hanya pangan, Hasbullah juga mendoakan agar di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia mampu mencapai swasembada energi. Ia menilai langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Biosolar dan Pertalite sangat krusial dalam menekan inflasi di masyarakat bawah.
Menutup keterangannya, Hasbullah mengingatkan pentingnya mentalitas gotong royong yang telah teruji sejak masa krisis 1998 hingga pandemi COVID-19. Menurutnya, stabilitas ekonomi dan keamanan yang dirasakan saat ini tidak lepas dari peran serta masyarakat yang saling membantu.
”Mentaliti budaya masyarakat yang gotong royong, saling membantu, itu menurut saya harus dikembangkan. Karena itulah hakikat sebuah bangsa. Bergotong royong bersama-sama untuk saling membantu agar masyarakatnya juga tidak timpang,” pungkasnya.
(AM/Depoknet).




