
DEPOKNET – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Depok menegaskan bahwa tidak ada lagi dualisme kepengurusan dalam tubuh organisasi tersebut. Kepemimpinan dinyatakan tetap berada di bawah Ketua definitif periode 2021–2026, Miftah Sunandar, menyusul hasil konsolidasi bersama para ketua asosiasi pengusaha di Sekretariat Kadin Depok, yang berlokasi di Kecamatan Pancoran Mas.
Dalam rapat pleno tersebut, pengurus resmi mencabut rekomendasi penunjukan pelaksana tugas (Plt) Edmond Johan. Dengan keputusan ini, seluruh operasional organisasi kembali merujuk pada Surat Keputusan (SK) kepengurusan periode 2021–2026 yang sah.
Ketua Kadin Kota Depok, Miftah Sunandar, menyatakan bahwa agenda yang dibalut dalam acara buka puasa bersama ini bertujuan meluruskan polemik penunjukan Plt yang sempat mencuat di publik.
Ketua Gapensi Kota Depok, Andi, yang hadir dalam pertemuan tersebut menyatakan situasi kepengurusan kini telah benderang.
“Setelah pertemuan tadi dengan Ketua KADIN yang definitif periode 2021–2026, yaitu Bapak Miftah, dengan penjelasan tadi dan konferensi pers seperti ini, semuanya bisa clear,” ujar Andi.
Andi menambahkan bahwa selama pejabat sementara tidak mengantongi SK resmi, maka tanggung jawab organisasi tetap berada di tangan pengurus lama hingga Musyawarah Kota (Muskot) digelar.
“Jadi penanggung jawab untuk kegiatan Musyawarah Kota KADIN periode 2026 dan selanjutnya menjadi tanggung jawab pengurus yang saat ini ber-SK, yaitu Ketua Bapak Miftah. Kami puas dan sudah clear, tidak ada lagi dualisme kepengurusan untuk KADIN Kota Depok,” tegasnya.
Dukungan senada disampaikan Ketua APINDO Depok, Wahyu Isnaeni, yang menyebut pihaknya telah menerima penjelasan tersebut secara utuh.
“Hari ini setelah mendapat undangan dan mendengarkan informasi dari Pak Ketua, maka semuanya sudah clear, semuanya sudah jelas,” kata Wahyu.
Sementara itu, Ketua ASPEKINDO Kota Depok, Rudi Malau, berharap kondisi internal Kadin tetap kondusif demi kelancaran estafet kepemimpinan melalui Muskota yang demokratis.
“Kita berharap ke depannya KADIN lebih kondusif, adanya konsolidasi semua pihak. Kita melihat pada apa yang memang berlaku dan legowo terhadap apa yang terjadi. Mari kita bangun sama-sama KADIN yang lebih baik lagi,” tutur Rudi.
Sebelumnya, Dewan Penasehat Kadin Kota Depok, Pradi Supriatna, sempat meminta kedua belah pihak untuk bersabar menunggu arahan dari tingkat provinsi maupun nasional.
“Ya kita tunggu aja nanti ya. Kita tunggu nanti perkembangannya, Namun disisi lain ada administrasi tentu secara organisasi. Ya tentu kita tunggu bagaimana perkembangan dari arahan provinsi maupun organisasi di lebih tingkat lagi, yaitu nasional,” ucap Pradi, Senin (2/3/2026).
Iapun mengingatkan pentingnya menempuh jalur administrasi organisasi yang benar. Ia juga berharap Kadin dapat segera bersinergi dengan Pemerintah Kota Depok melalui ide-ide dari para profesional di dalamnya.
”Ya apapun dari kegiatan, mungkin fisik, sosial, atau mungkin banyak ide gagasan, kan banyak orang-orang profesional di dalamnya. Nah, ini harapan kami ya, ketika sekarang pemerintah ini betul-betul membuka peluang untuk bekerjasama, kolaborasi. Nah, tentu saya katakan tadi dengan Kadin diisi orang-orang profesional, ini tentu sangat memberikan peluang untuk hasil-hasil yang jauh lebih baik,” pungkasnya.
(AM/Depoknet)








