
DEPOKNET – Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok bersama Askot PSSI resmi menggelar seleksi tim pelajar yang akan dipersiapkan menuju Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (Popwilda) Jawa Barat .
Sebanyak 186 atlet dari 48 klub anggota Askot dan berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) bersaing memperebutkan tempat dalam skuad yang akan berlaga pada Juli mendatang.
Proses seleksi ini tidak hanya bertujuan mencari 18 pemain terbaik untuk dikirim ke tingkat provinsi, tetapi juga sebagai langkah strategis membangun basis data atlet muda Kota Depok secara berkelanjutan.
Nana Priyatna dari Disporyata menjelaskan bahwa seleksi tahun ini dilakukan secara terbuka dan transparan melalui pendaftaran daring. Menariknya, status sekolah menjadi syarat utama ketimbang domisili pada KTP.
”Ya yang digagas oleh Disporyata bekerja sama dengan Askot, kebetulan yang kita menunjuk Askot untuk menyiapkan atlet Popwilda. Jadi kita nanti Disporyata tinggal menerima hasil dari seleksi itu yang akan kita daftarkan di Popwilda tahun ini,” ujar Nana Priyatna.
Ia menambahkan, “Kalau KTP dimanapun boleh asal status sekolahnya ada di Kota Depok. Siapapun boleh silakan untuk mendaftarkan, ” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Askot PSSI Kota Depok, Syafrudin, menegaskan pentingnya memiliki data pemain yang terstruktur. Menurutnya, potensi anak-anak Depok sangat besar, bahkan banyak yang sudah menembus tim-tim Elite Pro di luar daerah.
”Ya, kalau untuk yang dikirim ke Jawa Barat itu cuma 18. Sementara kan kita nggak langsung 18, mungkin kita (seleksi) 40. Jadi hak pelatih lah untuk berapa pemain yang direkrut di putaran pertama,” jelas Sekretaris Askot.
Meski waktu persiapan tergolong singkat hanya 1,5 bulan dibandingkan biasanya yang mencapai 3 bulan pihak Askot akan meningkatkan intensitas latihan demi mengejar target lolos di babak Regional yang meliputi wilayah Bogor, Sukabumi, dan Cianjur.
”Minimal latihannya juga ditambah harinya. Mungkin seminggu harus 4 kali, minimal 3 kali harus dilatih. Harapan saya sih untuk anak-anak yang akan lolos, itu bener-bener anak-anak yang punya kemampuan mental, fisik, teknik,” tambahnya.
Disporyata mengungkapkan bahwa tim yang terbentuk dari hasil seleksi ini merupakan investasi jangka panjang. Atlet yang lolos akan terus dibina untuk menghadapi ajang yang lebih besar di masa mendatang.
”Saya pun berharap ini adalah jangka panjang yang lolos Popwilda anak-anak ini dilanjutkan dengan persiapan untuk ke Popda. Karena jenjang setahun ini di Popda-nya di 2027 itu akan dilaksanakan di Kota Bekasi,” pungkas Nana Priyatna.
Dengan sinergi antara Disporyata dan Askot, Kota Depok optimis dapat melahirkan tim pelajar yang solid dan mampu berbicara banyak di kancah Jawa Barat.
(AM/DEPOKNET).






