• Seputar Depok
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Kesehatan
    • Sejarah
  • Khazanah
    • Kuliner
  • Musik
  • Olah Raga
  • Tendang Baskom
No Result
View All Result
  • Seputar Depok
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Kesehatan
    • Sejarah
  • Khazanah
    • Kuliner
  • Musik
  • Olah Raga
  • Tendang Baskom
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Buku Modul Gratis Tak Terealisasi, Pelajar Depok Terancam Krisis Buku

depoknet by depoknet
1 Mei 2017
in Pendidikan
0
Buku Modul Gratis Tak Terealisasi, Pelajar Depok Terancam Krisis Buku
80
SHARES
1.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

DEPOKNET – Menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap tanggal 2 Mei, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok mendapat kritikan tajam dari masyarakat terkait belum dilaksanakannya pengadaan Buku Modul Pembelajaran Siswa gratis untuk Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) kota Depok untuk Tahun Ajaran 2016/2017.

Disdik kota Depok dianggap masih penuh keraguan untuk menentukan kebijakan terkait pelaksanaan pengadaan buku modul pembelajaran gratis yang dibiayai APBD kota Depok bagi siswa SD dan SMP ini, sehingga pada akhirnya Kepala Sekolah dan Guru yang menjadi “bulan bulanan” masyarakat.

“Ini sudah masuk semester dua, sebentar lagi sudah kenaikan kelas, tapi buku modul gratis yang dijanjikan belum ada juga, kok begini sih kerja pemkot Depok khususnya dinas pendidikan,” ujar Sika Nofi Yani, Ketua Lembaga Ibu Peduli Pendidikan (LIPPEN) kota Depok

Ibu dua orang anak yang salah satunya masih bersekolah di kelas 2 SD ini menyebut, Disdik Depok khususnya Kepala Dinas dan jajarannya yang terkait kegiatan pengadaan buku modul gratis ini tampaknya hanya “mencari aman” karena tidak mau ambil resiko mengingat banyak kejadian pengadaan barang/jasa yang berujung pada tindakan pidana karena adanya laporan dari masyarakat.

Ditambahkannya, jika Disdik sudah memiliki perencanaan yang matang dan terukur serta sudah sesuai aturan yang ada, harusnya tidak perlu takut akan ada pelaporan atau bersikap paranoid kalau pengadaan buku modul gratis ini bakal jadi kasus seperti pengadaan seragam sepatu tahun 2015 lalu.

“Saya malah jadi curiga, sebenarnya Disdik Depok belum siap melaksanakan pengadaan Buku Modul gratis ini, dan akhirnya siswa yang jadi korban karena kegiatan belajar mengajar tanpa arahan buku yang jelas,” sebut Sika

Kepala Dinas Pendidikan kota Depok, Muhammad Thamrin pernah menjelaskan bahwa posisi anggaran kegiatan pengadaan buku modul gratis ini bukan berada di dinas pendidikan, namun di masing-masing sekolah melalui dana fasilitasi penyelengaraan dana pendidikan atau yang biasa disebut dengan Bantuan Operasional Sekolah Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (BOS APBD).

Dalam BOS APBD kota Depok Tahun Anggaran 2017, BOS SD yang awalnya Rp 35.000,- ditambah Rp 10.000,- menjadi Rp 45.000,-, sedangkan untuk SMP yang awalnya Rp 90.000,- ditambah Rp 5.000,- menjadi Rp 95.000,-. Dijelaskan pula oleh Kadisdik, untuk pengadaan buku modul ini nantinya masuk ke kegiatan Belanja Barang dan Jasa dengan kode Rekening Barang Cetakan.

“Anggarannya nanti ada di sekolah masing-masing, ini berarti yang bertanggung jawab adalah Sekolah sendiri, ini kan sama halnya dengan anggaran untuk cetak amplop atau kop surat sekolah dan selama ini kita (Disdik) gak pernah ikut campur urusan seperti itu di sekolah,” papar Kadisdik beberapa waktu lalu

Namun faktanya, hingga hari ini anggaran tersebut belum juga diturunkan ke sekolah karena diduga ada upaya yang dilakukan untuk menyeragamkan cetakan buku modul pembelajaran siswa ini dan tidak diserahkan kepada masing-masing sekolah. Upaya itu tak ubahnya seperti pengadaan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) yang selama ini pernah beredar.

Tarik ulur kepentingan pun diduga terjadi ketika upaya penyeragaman cetakan buku modul ini akan dilakukan, baik dari pengusaha penyedia jasa cetakan, maupun muatan kepentingan dinas pendidikan sendiri dan pihak-pihak lainnya, sehingga pelaksanaan pengadaan buku modul pembelajaran gratis bagi siswa SD dan SMP ini belum juga teralisasi hingga saat ini.

“Siapa yang mau bertanggung jawab coba kalau sudah seperti ini, siswa SD dan SMP di Depok terancam krisis buku tahun pelajaran ini, dan bisa berimbas kepada mutu pendidikan di kota Depok,” pungkas Sika sambil membenarkan letak kacamatanya.

Sebelumnya LIPPEN juga meminta kepada Pemerintah Kota Depok untuk mengganti program Studi Tour di Sekolah. Sebab katanya, telah terjadi perubahan makna studi tour yang sebenarnya. Studi tour yang seharusnya memiliki esensi utama sebagai pembelajaran malah mengalami pergeseran menjadi kegiatan rekreasi dan strategi bisnis semata antara pihak sekolah, dinas dan pengusaha travel wisata.

Sika mengatakan, studi tour bukanlah suatu metode yang wajib untuk dilaksanakan, namun yang terjadi sering dijadikan pola intimidasi halus kepada siswa dimana tak jarang studi tour disebut sebagai syarat kelulusan karena setiap siswa diwajibkan membuat laporan studi tour. (CPB/DepokNet)

Tags: DepokNetDisdikKotaDepokkotadepok
depoknet

depoknet

Kereta Keadilan itu tidak akan diam di sudut peron ketamakan dan keangkuhan, ia akan terus bergerak menjemput para pencarinya di tiap stasiun kesabaran dan keteguhan. Pembaharuan selalu hadir dengan pemberitaan, sabar merangkai berita, teguh mengungkap fakta. Semuanya ada disini, depoknet.com. “Update Berita Dengan Fakta”

Related Posts

  Sunyi di Laboratorium, Gemilang di Arena Panahan: “Cerita Inspiratif Bu Ifa dan SMP Islam Al Azhar 19 Cibubur”  
Pendidikan

  Sunyi di Laboratorium, Gemilang di Arena Panahan: “Cerita Inspiratif Bu Ifa dan SMP Islam Al Azhar 19 Cibubur”  

31 Januari 2026
Semangat Baru Guru Cimanggis : Pandi Ahmad Pimpin PGRI Cabang, Usung Kesejahteraan dan Koperasi
Seputar Depok

Semangat Baru Guru Cimanggis : Pandi Ahmad Pimpin PGRI Cabang, Usung Kesejahteraan dan Koperasi

31 Oktober 2025
Walikota Diminta Evaluasi Pejabat Disdik Depok Yang Cederai Fakta Integritas dan Langgar Permendikdasmen
Pendidikan

Walikota Diminta Evaluasi Pejabat Disdik Depok Yang Cederai Fakta Integritas dan Langgar Permendikdasmen

26 Juli 2025
Penyair, Pelajar, Aktivis dan Jurnalis Kompak Peringati Hari Puisi Nasional dan Hardiknas 2025 di Kota Depok
Seputar Depok

Penyair, Pelajar, Aktivis dan Jurnalis Kompak Peringati Hari Puisi Nasional dan Hardiknas 2025 di Kota Depok

by depoknet
3 Mei 2025
0

DEPOKNET - Dalam rangka memperingati Hari Puisi Nasional dan Hari Pendidikan Nasional 2025, Perkumpulan Seniman Gong Merah Putih bekerjasama dengan...

Read more
PDAM Tirta Asasta Terjunkan Tangki Air Bersih Kepada Korban Banjir

PDAM Tirta Asasta Terjunkan Tangki Air Bersih Kepada Korban Banjir

10 Januari 2020
Walikota Depok: Depok Segera Bangun Kampung Siaga Covid-19

Walikota Depok: Depok Segera Bangun Kampung Siaga Covid-19

7 April 2020
FBR Gardu G353 Cimanggis Berbagi Ratusan Takjil Di Depan Pintu perumahan pondok Cibubur

FBR Gardu G353 Cimanggis Berbagi Ratusan Takjil Di Depan Pintu perumahan pondok Cibubur

5 Mei 2021
Waskita Karya Dorong UMKM Sebagai Roda Ekonomi Berkelanjutan

Waskita Karya Dorong UMKM Sebagai Roda Ekonomi Berkelanjutan

7 Desember 2022
Trisno NKP, Ketua Baru MPC Pemuda Pancasila Kota Depok 2019-2023

Trisno NKP, Ketua Baru MPC Pemuda Pancasila Kota Depok 2019-2023

30 Juli 2019
PK KNPI Cipayung Tanam Ribuan Benih Ikan dan Pohon Di Setu Citayem

PK KNPI Cipayung Tanam Ribuan Benih Ikan dan Pohon Di Setu Citayem

21 Maret 2022

Buruh Garmen Depok Tolak Upah Minimum 1,4 juta perbulan

15 Juli 2017
depoknet

Copyright © 2022 depoknet.com. All Rights Reserved.

Navigate Site

  • Redaksi DepokNet (DNet)
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Seputar Depok
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Kesehatan
    • Sejarah
  • Khazanah
    • Kuliner
  • Musik
  • Olah Raga
  • Tendang Baskom

Copyright © 2022 depoknet.com. All Rights Reserved.