• Seputar Depok
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Kesehatan
    • Sejarah
  • Khazanah
    • Kuliner
  • Musik
  • Olah Raga
  • Tendang Baskom
No Result
View All Result
  • Seputar Depok
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Kesehatan
    • Sejarah
  • Khazanah
    • Kuliner
  • Musik
  • Olah Raga
  • Tendang Baskom
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Seputar Depok

Tolak Pengukuran Tanah Bersertifikat, Andi Tatang Segera Gugat BPN Depok

depoknet by depoknet
6 Maret 2026
in Seputar Depok
0
79
SHARES
1.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

DEPOKNET – Kinerja Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Depok menuai kritik tajam dari pengacara Andi Tatang Supriyadi, S.E., S.H., M.H., CPL., CPM. Persoalan ini dipicu oleh penolakan BPN terhadap permohonan pengukuran ulang atau pengembalian batas lahan milik kliennya yang terletak di Jalan Siliwangi, Depok.

Lahan seluas kurang lebih 258 m² tersebut ditaksir memiliki nilai ekonomis tinggi, mencapai Rp 25 juta per meternya. Meski pihak pemilik telah mengantongi putusan hukum yang tetap, hingga kini kepastian atas batas tanah tersebut belum menemui titik terang.

Andi Tatang menyayangkan sikap BPN yang dinilai menghambat hak hukum kliennya. Alasan “sedang bersengketa” yang kerap dijadikan tameng oleh BPN untuk menolak pengukuran dianggap sudah tidak relevan karena proses hukum telah ditempuh.

“Dengan alasan katanya sedang bersengketa. Itu yang hari ini kan, sebelum hari ini kan sebelumnya beberapa bulan lalu kita sudah mengajukan pengukuran tapi BPN menolak. Yang jadi pertanyaan, dasarnya apa ini ditolak pengukuran? Ini kan kita sebagai pemilik, meminta kepada BPN untuk melakukan pengukuran atau pengembalian batas. Kok ditolak?” ujar Andi Tatang kepada awak media di Kantor DPC Peradi usai acara buka bersama, Jumat (6/3/2026).

Menurut Andi, kliennya memiliki landasan hukum yang sangat kuat berupa sertifikat resmi. Ia pun mempertanyakan dasar penolakan administratif tersebut, mengingat fungsi BPN seharusnya memberikan kepastian hukum bagi pemilik tanah.

“Alasan BPN katanya sampai dengan putusan, ada putusan. Kita sudah ada putusan nih. Kita mengajukan, makanya saya mau tahu hasil daripada pengajuan ini apa? Apakah tetap ditolak? Kalau pengukuran tetap ditolak maka BPN akan menjadi tergugat yang dilakukan oleh saya. Saya akan gugat BPN. Kenapa? Kok dia menolak? Kan punya hak. Hak hukum si pemilik tanah untuk mengajukan permohonan pengukuran kepada BPN,” tegasnya.

Ia mengungkapkan bahwa permohonan pengukuran ini adalah langkah administratif yang wajib dijalankan BPN. Andi juga menceritakan kronologi di mana sebelumnya kliennya sempat berjuang sendiri tanpa pendampingan hukum.

“Kita sudah melakukan gugatan itu. Yang tadi yang tadi saya ceritakan. Sebelumnya klien kita tidak pernah didampingi oleh kuasa hukum, setelah kalah baru minta bantuan hukum sama kita. Nah, kita sebagai kuasa hukum minta kepada BPN untuk dilakukan pengukuran tapi ditolak. Ada apa?” tanyanya retoris.

Lebih lanjut, pengacara kondang di Depok ini juga menyinggung fenomena mafia tanah dan keberadaan oknum di instansi terkait. Ia melihat ada kecenderungan birokrasi yang justru lebih mengakomodasi kepentingan pihak tergugat ketimbang menegakkan aturan.

“Kalau kita menyampaikan ada (mafia tanah), sejauh ini kita secara pribadi personal saya belum bisa membuktikan. Dibilang tidak ada, faktanya banyak keluhan masyarakat. Kan sekarang keluhan masyarakat yang harus berhadapan dengan oknum-oknum. Iya kan? Kita sekarang harus berhadapan dengan oknum-oknum,” ungkap Andi.

Ia juga menambahkan bahwa tantangan di lapangan seringkali datang dari oknum rekan sejawat yang memperumit prosedur dengan dalih kebijakan instansi.

“Saya sendiri sebagai pengacara yang bersidang di pengadilan harus ketemu dengan oknum pengacara. Iya kan yang berbelit-belit. Berlindung apa? ‘Ini kebijakan BPN’. Saya hajar BPN-nya. BPN bilang apa? ‘Tergugatnya tidak mau diukur’. Lah, kok BPN menurut kepada tergugat? BPN kan punya kebijakan, punya aturan,” paparnya.

Sebagai langkah nyata, Andi Tatang secara resmi telah mengirimkan surat kepada BPN hari ini. Ia memberikan tenggat waktu selama 14 hari bagi instansi tersebut untuk merespons positif permohonan pengembalian batas lahan kliennya.

“Jadi, kami hari ini sudah mengirimkan surat secara resmi kepada BPN untuk meminta supaya pengukuran atau pengembalian batas lahan klien kami. Kalau memang dalam waktu 14 hari surat kami tidak direspons, iya kan, maka kami akan melakukan surat yang kedua. Kalaupun tidak direspons, BPN akan menjadi tergugat oleh kami,” pungkasnya.

(Monet)

Tags: Andi TatangBPN DepokBPN Kota DepokDugaan mafia tanahPengacara
depoknet

depoknet

Kereta Keadilan itu tidak akan diam di sudut peron ketamakan dan keangkuhan, ia akan terus bergerak menjemput para pencarinya di tiap stasiun kesabaran dan keteguhan. Pembaharuan selalu hadir dengan pemberitaan, sabar merangkai berita, teguh mengungkap fakta. Semuanya ada disini, depoknet.com. “Update Berita Dengan Fakta”

Related Posts

KADIN Depok Siapkan Muskot 2026, Tekankan Transparansi
Seputar Depok

KADIN Depok Siapkan Muskot 2026, Tekankan Transparansi

22 April 2026
NasDem Kota Depok Gelar Rakerda, Targetkan Satu Dapil Satu Kursi pada 2029
Seputar Depok

NasDem Kota Depok Gelar Rakerda, Targetkan Satu Dapil Satu Kursi pada 2029

19 April 2026
Pererat Silaturahmi Pasca Lebaran, Pemuda Pancasila Depok Gelar Halal Bihalal
Seputar Depok

Pererat Silaturahmi Pasca Lebaran, Pemuda Pancasila Depok Gelar Halal Bihalal

19 April 2026
24 Juli Konser Virtual ROMI & The JAHATs dan Gong Merah Putih
Seputar Depok

24 Juli Konser Virtual ROMI & The JAHATs dan Gong Merah Putih

by depoknet
7 Juli 2021
0

depoknet.com – NGAMAR PODCAST ORGANIZER akan menggelar konser virtual setelah masa PPKM Darurat 3-20 Juli selesai. Konser ini digelar secara virtual...

Read more
PPK Cimanggis Masih Mencari Gudang Logistik Pemilu

PPK Cimanggis Masih Mencari Gudang Logistik Pemilu

29 Desember 2023
Single Srengenge”: Kisah Cinta Abadi Vela Zaladara

Single Srengenge”: Kisah Cinta Abadi Vela Zaladara

26 Agustus 2025
Terkait Situ Patinggi, Warga Siap Aksi Ke BPN Depok Dan Dirjen Keuangan Negara

Terkait Situ Patinggi, Warga Siap Aksi Ke BPN Depok Dan Dirjen Keuangan Negara

7 Juli 2019
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok Sampaikan Hari Pers Nasional 2025, Tegaskan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Media

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok Sampaikan Hari Pers Nasional 2025, Tegaskan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Media

1 Maret 2025
Mulai Hari Ini, Bus AKAP dan AKDP Wajib Masuk Terminal Jatijajar

Mulai Hari Ini, Bus AKAP dan AKDP Wajib Masuk Terminal Jatijajar

7 Juli 2019

Siap-Siap, Dua Bulan Lagi Tahapan Pemilu 2019 Dimulai

26 Agustus 2017
Warga Minta Pemkot Hentikan Pembuang Sampah Di Pinggir Kali Krukut

Warga Minta Pemkot Hentikan Pembuang Sampah Di Pinggir Kali Krukut

21 Februari 2021
depoknet

Copyright © 2022 depoknet.com. All Rights Reserved.

Navigate Site

  • Redaksi DepokNet (DNet)
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Seputar Depok
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Kesehatan
    • Sejarah
  • Khazanah
    • Kuliner
  • Musik
  • Olah Raga
  • Tendang Baskom

Copyright © 2022 depoknet.com. All Rights Reserved.