Nasional

Pegawai Pajak Tersangka Suap Ini Diduga Tak Cuma Main Satu Kali

Kasubdit Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum Ditjen Pajak, Handang Soekarno mengenakan rompi tahanan usai diperiksa penyidik KPK, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (22/11/2016). Handang Soekarno terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) sebagai penerima suap dan Direktur PT EK Prima berinisal Ras Rajamohanan Nais dengan barang bukti 148.500 dolar AS yang diduga untuk pengaturan permasalahan pajak PT EK Prima.--Foto: Imam Husein/Jawa Pos
Handang Soekarno. Foto: dok/Jawa Pos

JAKARTA – Kasubdit Bukti Permulaan Ditgakkum Ditjen Pajak Kemenkeu Handang Soekarno, diduga tidak hanya sekali melakukan permainan pajak dengan pengusaha atau perusahaan.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) La Ode M Syarif mengatakan, KPK akan terus mendalami dugaan perbuatan pegawai pajak yang kini telah berstatus tersangka suap itu.

“Saya belum tahu persis apakah lebih dari satu kali. Tapi biasanya orang yang sudah begitu kan tidak hanya melakukan perbuatannya satu kali,”  kata Syarif di Jakarta, Kamis (24/11).

KPK menetapkan Handang sebagai tersangka karena menerima suap dari Presiden Ditektur PT EK Prima Ekspor Indonesia Rajesh Rajamohanan Nair‎.

Handang diduga menerima Rp 1,9 miliar dari yang dijanjikan Rajesh Rp 6 miliar, untuk menghapuskan pajak Rp 78 miliar yang melilit PT EK Prima Ekspor Indonesia.

Syarif mengatakan, pendalaman kepada Handang akan dilakukan karena yang bersangkutan merupakan salah satu  pemeriksa pajak. Handang diyakini memiliki semua informasi banyak soal pengurusan pajak.

“Ini sedang kami teliti karena kemarin baru dilakukan penggeledahan di ruang kerjanya dia (Handang),” ungkap Syarif.(boy/jpnn)

Show More

depoknet

Kereta Keadilan itu tidak akan diam di sudut peron ketamakan dan keangkuhan, ia akan terus bergerak menjemput para pencarinya di tiap stasiun kesabaran dan keteguhan. Pembaharuan selalu hadir dengan pemberitaan, sabar merangkai berita, teguh mengungkap fakta. Semuanya ada disini, depoknet.com. “Update Berita Dengan Fakta”

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button
error: www.depoknet.com
Close
Close