DEPOKNET – Camat Cimanggis, Rahmat Maulana, yang akrab disapa Pache, menghadiri sekaligus memberikan sambutan hangat dalam acara pelantikan pengurus anak ranting Muslimat NU di Kelurahan Mekarsari. Dalam arahannya, Pache menekankan pentingnya lingkungan pergaulan dalam membentuk jati diri seseorang, termasuk peran organisasi keagamaan seperti NU bagi para pengurus yang baru dilantik.
“Saya sampaikan bahwa suka tidak suka, kita ini dipengaruhi dengan siapa kita bergaul, dengan siapa kita beraktivitas, dengan siapa kita masuk di lingkungan di mana sehari-hari kita aktif di situ. Maka itulah kita,” ujar Pache dalam sambutannya.
Ia menilai keputusan para ibu untuk bergabung menjadi pengurus Muslimat NU adalah langkah yang sangat tepat. Menurutnya, NU memiliki peran sentral dalam membangun karakter yang berlandaskan nilai-nilai keikhlasan dan kemanfaatan bagi sesama.
“Jadi tepat kalau Ibu-ibu yang dilantik jadi pengurus, menyiapkan diri untuk menjadi Muslimat NU, karena NU-lah yang akan membentuk karakter Ibu-ibu itu tadi. Bahwa kita lillahi ta’ala ya. Terus kemudian bagaimana kita menjadi orang-orang yang bermanfaat ya. Jadi tidak hanya kita, tapi kita juga mengajak yang lain juga, gitu ya. Sehingga kemudian akan lebih banyak kebaikan-kebaikan yang bisa dilakukan,” tambahnya.
Pache juga mengapresiasi dukungan yang selama ini diberikan oleh seluruh jajaran NU terhadap program-program pemerintah. Ia berharap kehadiran Muslimat NU dapat semakin mempererat ukhuwah islamiyah dan menciptakan lingkungan Mekarsari yang aman serta nyaman bagi keluarga dan generasi mendatang.
Menyambung semangat tersebut, Ketua Ranting Muslimat NU Kelurahan Mekarsari, Ibu Martianah, memaparkan dinamika organisasi sejak pelantikan tingkat ranting pada 24 Juni 2025 lalu.
Meskipun Kelurahan Mekarsari memiliki total 22 RW, dalam rentang waktu enam bulan terakhir, proses pembentukan pengurus anak ranting dilakukan secara bertahap melalui silaturahmi ke berbagai wilayah. Dari sekitar 8 RW yang telah dikunjungi, saat ini sudah ada 6 RW yang secara resmi memberikan dukungan dan berhasil membentuk kepengurusan anak ranting.
Dalam proses silaturahmi tersebut, Martianah menegaskan bahwa pihaknya selalu menjunjung tinggi tata krama dan izin dari pemangku wilayah setempat.
“Jadi istilahnya kami kalau bersilaturahmi itu kan minta izin dulu sama Pak RW-nya. Sebelum saya silaturahmi ke RW, saya minta izin dulu sama Pak Lurah. Karena Pak Lurah itu kan yang mempunyai wilayah. Jangan sampai kegiatan Muslimat ada di lapangan, Pak Lurah tidak mengetahui,” jelas Martianah.
Lebih lanjut, Ibu Martianah menjelaskan bahwa Muslimat NU memiliki peran strategis melalui enam bidang program utama yang mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat.
“Muslimat itu kan sebenarnya memang mempunyai enam bidang program. Program daripada Muslimat itu ada enam bidang gitu. Salah satunya itu ada bidang sosial budaya dan lingkungan hidup, dan koperasi, dan agrobisnis ya, terus kesehatan dan kependudukan gitu, terus ada bidang pendidikan, serta bidang dakwah dan kemasyarakatan. Itu salah satunya. Nah, paling tidak karena kita memang sudah Muslimat sudah mempunyai program, paling tidak karena kita sudah pembukaan majelis taklim ya, dan itu namanya juga organisasi,” urainya.
Sebagai penutup, ia mengajak para pengurus dan masyarakat untuk melandasi setiap aktivitas organisasi dengan niat ibadah dan keikhlasan demi kemaslahatan umat.
“Tambahan saya harapan saya semuanya itu bisa mendukung, semua pihak terkait itu bisa mendukung dengan kegiatan Muslimat ya tentunya ya. Karena apa ya kita tujuan akhir kan ada ya, ke mana lagi kalau kita enggak mau untuk beribadah? Ini namanya mencari nilai tambah ibadah. Intinya buat saya sebagai ketua ranting itu pertama itu mencari nilai tambah ibadah gitu dan didasari dengan suatu keikhlasan yang tinggi,” pungkas Ibu Martianah. (Am)








