DEPOKNET – Perayaan hari raya Idul Adha di Masjid Al-Muttaqien, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis diwarnai dengan lonjakan jumlah hewan kurban yang signifikan. Pihak panitia langsung bergerak cepat melakukan proses penyembelihan dan pendistribusian daging kurban agar bisa segera diterima oleh masyarakat yang berhak.
Ketua Yayasan Al-Muttaqien, H. Eddy Yahya, merincikan bahwa tahun ini pihak panitia mengelola puluhan ekor hewan kurban, yang terdiri dari belasan ekor sapi dan puluhan ekor kambing dari para warga yang melaksanakan kurban.
”Hari hari ini kita pertama sudah melaksanakan solat Idul Adha. Alhamdulillah berjalan lancar. Kemudian dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban dari beberapa warga sekitar. Jumlah sapi yang kami terima dari pengurban itu jumlahnya 15 sapi. Kemudian kalau kambing ada 44 ekor kambing,” ujar H. Eddy Yahya saat ditemui di lokasi, Rabu (27/5).
Untuk memastikan seluruh daging kurban tersalurkan secara merata dan tepat sasaran, panitia telah melakukan pemetaan wilayah. Prioritas utama pembagian difokuskan untuk mengakomodasi kebutuhan warga di lingkungan internal terlebih dahulu, sebelum menyasar wilayah sekitarnya.
“Nah, setelah kita pilah-pilah, cacah, itu sebenarnya kan pertama kita prioritaskan untuk warga sekitar. Nah, di lingkungan saya itu, di RW saya aja ada 14 RT. Nah, itu terdistribusi. Kemudian di luar RW 14 juga ada 3 RT juga kita kasih, sesuai dengan jumlah warganya,” jelas H. Eddy Yahya mengenai jangkauan distribusi.

Dari pemetaan tersebut, panitia membagi pasokan daging menjadi dua kategori, yakni paket untuk warga yang terdata di RT/RW setempat dan paket cadangan yang disiapkan untuk masyarakat umum yang datang langsung ke lokasi menggunakan sistem kupon antrean.
”Yang untuk lingkungan itu sekitar 1.200 paket. Nah, sisanya kita rencanakan itu 300 paket untuk masyarakat yang datang. Nah, nanti mereka kan akan ngantri, dia ngantri kita kasih nomor dulu, nomor kupon,” tambahnya.
Pihak yayasan menyadari bahwa mengelola distribusi dalam skala besar berpotensi menimbulkan ketidaktertiban jika tidak dimanage dengan baik. Oleh karena itu, H. Eddy Yahya menegaskan pentingnya kekompakan kepanitian dan penerapan instruksi terpusat.
Menurutnya, seluruh pergerakan di lapangan harus berjalan teratur agar masyarakat merasa dilayani dengan adil tanpa ada yang terlewat.
H. Eddy Yahya juga membagikan pesan moral mendalam di balik ibadah kurban tahun ini. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh panitia Masjid Al-Muttaqien dapat berjalan sesuai dengan koridor agama dan memberikan dampak sosial yang nyata bagi lingkungan sekitar.
”Pesan moralnya mudah-mudahan kami menyalurkan ini sesuai dengan syariatnya. Kemudian, mudah-mudahan ini bermanfaat juga buat warga sekitar karena memang tujuannya ini untuk adalah warga fakir miskin dan duafa,” tuturnya.
Sebagai penutup, ia mengingatkan esensi penting bahwa ibadah kurban sejatinya adalah sebuah bentuk ketaatan personal dan panggilan kewajiban bagi setiap umat muslim yang telah diberikan kemampuan secara finansial, bukan sekadar untuk menunjukkan status sosial di masyarakat.
”Karena kurban ini bukan tingkat sosial ya, tapi adalah kewajiban sebagai muslim yang bagi mampu bisa berkurban,” pungkas H. Eddy Yahya.



