• Seputar Depok
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Kesehatan
    • Sejarah
  • Khazanah
    • Kuliner
  • Musik
  • Olah Raga
  • Tendang Baskom
No Result
View All Result
  • Seputar Depok
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Kesehatan
    • Sejarah
  • Khazanah
    • Kuliner
  • Musik
  • Olah Raga
  • Tendang Baskom
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Seputar Depok

Konflik Anggota DPRD Depok Vs Aktivis LSM Disorot, M. Fuad : “Kriminalisasi Kritik Ancam Demokrasi Lokal”

“Wakil rakyat yang baik tidak tergesa-gesa membawa isu atau tuduhan ke meja hijau. Dalam demokrasi yang sehat, kritik, termasuk yang diarahkan kepada anggota dewan, adalah mekanisme kontrol sosial yang sah,” tegas Fuad.

depoknet by depoknet
24 Januari 2026
in Seputar Depok
0
Konflik Anggota DPRD Depok Vs Aktivis LSM Disorot, M. Fuad : “Kriminalisasi Kritik Ancam Demokrasi Lokal”
79
SHARES
1.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

DEPOKNET – Langkah hukum yang ditempuh anggota DPRD Kota Depok terhadap aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Depok Bersatu (GEDOR) menuai sorotan luas. Polemik yang berujung pada laporan polisi di Polda Metro Jaya itu dinilai berpotensi menjadi preseden buruk bagi iklim demokrasi lokal.

Mantan Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Depok, Mohamad Fuad, angkat bicara. Ia menegaskan, wakil rakyat semestinya memiliki kedewasaan politik dalam menyikapi kritik publik dan tidak gegabah membawa perbedaan pandangan ke ranah pidana.

“Wakil rakyat yang baik tidak tergesa-gesa membawa isu atau tuduhan ke meja hijau. Dalam demokrasi yang sehat, kritik, termasuk yang diarahkan kepada anggota dewan, adalah mekanisme kontrol sosial yang sah,” tegas Fuad.

Menurutnya, kritik yang menyangkut kepentingan publik seharusnya dibaca sebagai energi korektif, bukan ancaman personal yang kemudian direspons dengan kriminalisasi.

Fuad menilai, konflik hukum antara Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Depok dan aktivis LSM seharusnya ditempatkan dalam kerangka etik dan politik yang lebih substansial. Ia mengingatkan bahwa legitimasi wakil rakyat sepenuhnya bersumber dari mandat publik.

“Ketika wakil rakyat mulai menciptakan jarak sosial, politik, dan psikologis dengan warga yang diwakilinya, di situlah masalah demokrasi bermula,” ujarnya.

Ia menilai, respons berlebihan terhadap kritik justru memunculkan kesan defensif dan tertutup, yang bertolak belakang dengan semangat demokrasi partisipatif.

Lebih jauh, Fuad menegaskan bahwa LSM dan organisasi masyarakat sipil merupakan pilar penting dalam ekosistem demokrasi lokal. Peran mereka tidak hanya menyalurkan aspirasi warga, tetapi juga mengawasi kebijakan dan perilaku elite politik.

“LSM adalah penyeimbang kekuasaan. Mereka hadir untuk memastikan suara warga yang tak terwakili tetap terdengar,” kata Fuad.

Dalam perspektif demokrasi deliberatif, kritik LSM, meskipun keras dan kerap terasa mengganggu, tidak boleh langsung direduksi sebagai serangan personal. Kritik tersebut, kata dia, mencerminkan kegelisahan sosial yang seharusnya dijawab dengan dialog dan keterbukaan.

Fuad secara tegas mengingatkan risiko besar jika konflik antara wakil rakyat dan masyarakat sipil langsung diseret ke ranah hukum. Menurutnya, langkah tersebut berpotensi menggeser makna kritik dari hak demokratis menjadi delik pidana.

“Jika kritik dipidanakan, sementara wakil rakyat tampil seolah kebal dari pengawasan publik, maka demokrasi lokal berada dalam posisi rawan,” ujarnya.

Pendekatan hukum, lanjut Fuad, seharusnya menjadi jalan terakhir, bukan respons pertama setiap kali muncul perbedaan pandangan di ruang publik.

Situasi ini, menurut Fuad, menjadi ujian serius bagi kedewasaan politik elit Fraksi PKB Kota Depok. Sebagai partai yang lahir dari rahim masyarakat sipil, PKB dituntut menunjukkan ketahanan demokratis dan keterbukaan terhadap suara kritis.

“Partai yang ingin besar tidak bisa alergi terhadap kritik. Ia harus siap berdialog bahkan berdebat secara sehat dengan kelompok warga yang berada di luar barisan simpatisan,” tegasnya.

Keterbukaan terhadap kritik, kata Fuad, justru menjadi ukuran kematangan institusional sebuah partai politik.

Dalam konteks pembangunan Kota Depok, Fuad menegaskan seluruh elemen masyarakat, tanpa memandang afiliasi politik, adalah mitra pembangunan yang sah. Demokrasi lokal, menurutnya, kehilangan makna ketika wakil rakyat hanya mau mendengar suara yang sejalan dengan kekuasaan.

“Wakil rakyat lahir dari rakyat. Kritik di ruang publik seharusnya dijawab dengan dialog, klarifikasi, dan keterbukaan, bukan dengan refleks kriminalisasi,” pungkasnya.

Polemik ini pun menjadi cermin relasi antara kekuasaan dan masyarakat sipil di Kota Depok. Publik kini menanti, apakah kritik akan dijawab dengan kebijaksanaan politik, atau justru dibalas dengan pendekatan hukum. Di titik inilah kualitas demokrasi lokal benar-benar diuji.

Senada dengan Fuad, Caleg PKB Pileg 2024 Dapil Sawangan, Bojongsari, Cipayung (Saboci) yang juga Aktivis Depok, Rahman Tiro mengatakan, menjadi wakil rakyat seharusnya dewasa dalam berpolitik.

“Ingat wakil rakyat itu makan dan minum dari gaji dan tunjangan uang rakyat, maka harus bersedia dikritik oleh rakyat dan jangan baperan. Harusnya saat para aktivis mengkritisi bangunan tidak berizin, segera wakil rakyat beri dukungan dan sidak ke lapangan, ajak itu Walikota untuk menindak tegas, itu baru punya rasa tanggung jawab atas gaji yang diterima, bukan malah ngelaporin aktivis yang mengkritik,” tegas Rahman Tiro (Ant/DepokNet)

depoknet

depoknet

Kereta Keadilan itu tidak akan diam di sudut peron ketamakan dan keangkuhan, ia akan terus bergerak menjemput para pencarinya di tiap stasiun kesabaran dan keteguhan. Pembaharuan selalu hadir dengan pemberitaan, sabar merangkai berita, teguh mengungkap fakta. Semuanya ada disini, depoknet.com. “Update Berita Dengan Fakta”

Related Posts

Nilai Wamenag Minim Data, Politisi PKS Sebut Pembangunan MTSN Di Depok Rancangan Idris-Imam
Seputar Depok

Nilai Wamenag Minim Data, Politisi PKS Sebut Pembangunan MTSN Di Depok Rancangan Idris-Imam

24 Januari 2026
Kawal APBD Jabar, Hasbullah Rahmat Pastikan Penambahan Fasilitas Pendidikan di Depok Terus Berlanjut
Seputar Depok

Kawal APBD Jabar, Hasbullah Rahmat Pastikan Penambahan Fasilitas Pendidikan di Depok Terus Berlanjut

23 Januari 2026
Etika Wakil Rakyat dan Demokrasi Lokal: Kritik Publik, LSM, dan Bahaya Jarak Kekuasaan
Seputar Depok

Etika Wakil Rakyat dan Demokrasi Lokal: Kritik Publik, LSM, dan Bahaya Jarak Kekuasaan

23 Januari 2026
Depok Butuh Gedung Kesenian Menguak Dalam Haul Ke 81 Mendiang WS Rendra
Kisah

Depok Butuh Gedung Kesenian Menguak Dalam Haul Ke 81 Mendiang WS Rendra

by depoknet
23 Februari 2019
0

   Depok Net - Haul ke-81 mendiang dramawan, penyair, dan budayawan WS Rendra sekaligus memperingati Hari Seni dan Budaya Nasional ke...

Read more
Kegiatan Rutin Yasin dan Tahlil Malam Jum’at di Rudep

Kegiatan Rutin Yasin dan Tahlil Malam Jum’at di Rudep

6 Juni 2019
Sekdakot Depok Berharap Hotel Dan Mal Di Kota Depok Gunakan Air PDAM Depok

Sekdakot Depok Berharap Hotel Dan Mal Di Kota Depok Gunakan Air PDAM Depok

13 September 2022
SSA Berlanjut Sebulan, Ratusan Pelajar Dan Orangtua Siswa Mengeluh

SSA Berlanjut Sebulan, Ratusan Pelajar Dan Orangtua Siswa Mengeluh

11 Agustus 2017
Depok Darurat Narkoba, Peredaran Melalui Sosmed dan Perbatasan Wilayah

Depok Darurat Narkoba, Peredaran Melalui Sosmed dan Perbatasan Wilayah

9 September 2017
13 Calon Sekda Depok Jalani Tes Kesehatan

13 Calon Sekda Depok Jalani Tes Kesehatan

4 Oktober 2017

Seharian Penuh TB Hasanudin Akan Sapa Warga Kota Depok

24 April 2018

Gedung PGRI Dan 2 SMP Negeri Di Depok Segera Dibangun

21 Juli 2017
depoknet

Copyright © 2022 depoknet.com. All Rights Reserved.

Navigate Site

  • Redaksi DepokNet (DNet)
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Seputar Depok
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Kesehatan
    • Sejarah
  • Khazanah
    • Kuliner
  • Musik
  • Olah Raga
  • Tendang Baskom

Copyright © 2022 depoknet.com. All Rights Reserved.