Uncategorized

Ini Tanggapan Dewan, Dishub, dan Masyarakat Terkait Sistem Satu Arah Di Depok

DEPOKNET – Uji coba penerapan Sistem Satu Arah (SSA) yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk mengurangi kemacetan yang terjadi di ruas jalan yang merupakan Ring 1 Balaikota Depok yakni Margonda, Kartini, Arif Rahman Hakim, Nusantara, Dewi Sartika, dan Siliwangi baru berjalan satu hari.

Dari pantauan DEPOKNET di lapangan, kemacetan masih saja terjadi di ruas jalan “Markas Macet” tersebut bahkan jauh lebih parah hingga hampir tengah malam. Penumpukan kendaraan terjadi diantaranya di ruas jalan Dewi Sartika, simpang Siliwangi dan ruas jalan Margonda menuju fly Over Arif Rahman Hakim.

Hal ini dikeluhkan langsung oleh Anggota DPRD kota Depok dari fraksi PDI Perjuangan, Rachmin Siahaan. Dirinya menyebut upaya Pemkot Depok yang ingin mengurangi kemacetan khususnya di hari libur Sabtu dan Minggu malah membuat jalan semakin bertambah macet.

“Uji coba Sistem Satu Arah dibuat untuk mencari solusi menghindari kemacetan, faktanya  semakin macet,” ujar Rachmin.

Rachmin menilai Pemkot Depok tidak sadar bahwa lebar jalan tidak sesuai dengan banyaknya kendaraan yang ada. Ditambah lagi masih banyaknya kendaraan yang parkir di pinggir jalan serta adanya pintu perlintasan kereta api di Dewi Sartika.

“Menurut saya dihentikan saja, karena memang tidak sesuai kondisi jalan, banyak pertimbangan mengapa SSA harus dihentikan. Jadi perbaiki dan tambah dulu ruas jalannya, buat jalan baru sebagai alternatif, soal besar biayanya itu sudah resiko yang harus ditanggung karena sudah salah dari awal perencanaannya,” tegasnya.

Hal yang senada juga diungkapkan oleh Ketua DPRD kota Depok, Hendrik Tangke Allo. Jumlah kendaraan di kota Depok disebutnya sudah tidak sebanding dengan ketersediaan sarana jalan.

“SSA masih uji coba, kita apresiasi dan terus pantau hasilnya. Tapi mungkin uji coba SSA ini bisa juga ditindak lanjuti dengan uji coba sistem plat genap ganjil khusus di hari sabtu dan minggu,” ucap HTA sapaannya.

Uji coba sistem plat ganjil genap ini menurut HTA minimal bisa mengurangi volume kendaraan yang masuk Depok khususnya daerah margonda dan sekitarnya.

“Karena kalau hanya SSA, mau dibuang kemana juga tetap akan macet karena volume kendaraan tidak berkurang sementara sarana jalan ya cuma itu-itu aja,” katanya.

Menyikapi hasil ujicoba penerapan SSA di hari pertama, Sabtu (29/07/2017), Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan Kota Depok, Akhmat Zaini, A.Md.LLAJ, S.IP mengakui adanya kepadatan di beberapa ruas jalan yang ada. Kondisi tersebut menurut analisanya karena banyak warga masyarakat pengguna jalan yang masih belum tahu adanya uji coba penerapan SSA (hari pertama uji coba).

“Selain itu, hari libur Sabtu dan Minggu memang sudah biasa padat ditambah ini kan tanggal muda bagi karyawan swasta, mereka berpergian atau berbelanja ke pusat perbelanjaan,” papar pria kelahiran 6 Juni 1966 ini.

Zaini juga mengatakan, secara teknis pola pergerakan lalu lintas sedang mengalami perubahan dan mencari bentuk dengan adanya penerapan SSA ini. “Kita pantau tiap hari bahkan per jam perkembangannya, Insya Alloh berangsur-angsur membaik,” jelasnya.

Perihal adanya masukan untuk menerapkan sistem plat ganjil genap di kota Depok, Kabid Lalin Dishub Depok ini mengatakan proses sistem tersebut masih cukup sulit dilakukan di kota Depok terutama penentuan ruas jalan mana saja yang akan diterapkan serta sistem pemantauan dan pengawasannya yang akan menemui kendala.

“Beda dengan di Jakarta, sistem plat ganjil genap masih cukup riskan untuk diterapkan di Depok,” ucapnya.

Berbeda terbalik dengan kondisi di sekitar area terdekat SSA, hasil penerapan uji coba SSA ini rupanya dirasakan positif oleh warga masyarakat pengguna jalan dari arah sawangan dan sekitarnya. Laporan masyarakat yang diterima DEPOKNET mengatakan Jalan raya Sawangan tampak lancar.

“Gak biasanya kondisi seperti ini, biasanya jalur ini kan macet parah apalagi hari libur begini,” ungkap Murat, warga Sawangan.

Gabriel, warga perumnas Depok jaya juga mempertanyakan terkait Simpang Melati yang saat ini dilarang oleh Satlantas untuk berbelok kanan ke jalan Nusantara menuju Dewi Sartika. Padahal di gambar skema uji coba SSA yang dipublikasikan oleh Dinas Perhubungan kota Depok, simpang Melati itu diperbolehkan untuk berbelok kanan dan kiri.

“Kemarin sempat boleh, kok sekarang hanya boleh belok ke kiri saja menuju Beji atau ARH, saya jadi berbalik arah lagi menuju jalan mawar, ini ada apa Satlantas dengan Dishub?” tanyanya.***(CPB/DepokNet)

Print Friendly, PDF & Email
Tags
Show More

depoknet

Kereta Keadilan itu tidak akan diam di sudut peron ketamakan dan keangkuhan, ia akan terus bergerak menjemput para pencarinya di tiap stasiun kesabaran dan keteguhan. Pembaharuan selalu hadir dengan pemberitaan, sabar merangkai berita, teguh mengungkap fakta. Semuanya ada disini, depoknet.com. “Update Berita Dengan Fakta”

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close