depoknet.com- Anggota Komisi D DPRD Kota Depok dari Partai Amanat Nasional (PAN), H. Igun Sumarno, mengajak seluruh rekan politisi dan warga Depok untuk tidak hanya berfokus pada ranah politik, tetapi juga memperkuat pondasi agama. Ajakan ini diwujudkan melalui kegiatan rutin mengaji dan Tahsin Al-Qur’an.
Inisiatif Religius : Majelis Tahsin Al-Qur’an
Inisiatif keagamaan ini bermula dari timnya, yang dinamai “Religius” atau Relawan Igun Sumarno, dan kini telah berkembang menjadi majelis rutin setiap malam Sabtu.
Igun Sumarno menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai contoh nyata dan upaya dalam merawat nilai-nilai agama.
Igun Sumarno menegaskan komitmennya : “Kita ini politisi bukan hanya bagaimana bicara tentang politik, panggung politik dan lain-lain. Tapi kita sekarang bicara bagaimana agama kita,” tegas Igun.
Ia menambahkan, “Kalau bukan kita yang ngasih contoh, kalau bukan kita yang ngumpulin, terus mau siapa?” (8/11).
Majelis yang dipimpin oleh Ustad Abul Ghonii ini berfokus pada perbaikan bacaan (Tahsin) dan terbuka bagi siapa saja, termasuk yang belum lancar membaca Al-Qur’an. “Jadi kita dibenerin bacaannya,” jelas Igun.
Ia berharap keistiqomahan dalam mengaji ini akan terus bertahan: “keistiqomahannya ini pada Tahsin Qur’an ini tidak tergerus oleh waktu,” harapnya.
Program Bantuan Imbalan Jasa (Bimroh) Guru Ngaji Diklaim Segera Cair
Di sisi lain, Igun Sumarno juga. menyampaikan kabar baik terkait Program Bantuan Imbalan Jasa (Bimroh) untuk para ustadz dan guru ngaji di Kota Depok, yang diklaim akan segera terealisasi.
Ia meyakini bahwa inisiatif ini merupakan program yang sudah lama direncanakan oleh Pemerintah Kota.
Mengenai kepastian Bimroh, Igun menyatakan : “Dan ini mungkin bukan hanya tidak ada Pemberi Harapan Palsu “PHP” , tetapi ini mungkin satu program yang sudah direncanakan oleh Wali Kota kita,” ujarnya.
Igun menambahkan bahwa data calon penerima Bimroh telah masuk dan tinggal menunggu waktu pencairan. “Mudah-mudahan tidak waktu lama, itu bimroh ini bisa diterima oleh para ustad-ustad,” katanya.
Adapun kriteria utama penerima bantuan ini adalah para guru lekar (guru ngaji majelis taklim di kampung) yang memiliki majelis pengajian, tempat mengajar, dan murid secara rutin.
Igun menjelaskan ciri-ciri penerima ini :
“Bimroh itu cirinya. Bahwa dia guru lekar, guru ngaji. Jadi punya majelis, punya tempat. Dia itu punya murid gitu. Baru kita usulkan,” jelas Igun.
Ia memprioritaskan mereka yang benar-benar mengajar di tingkat dasar masyarakat dan tidak memiliki gaji tetap.
Secara keseluruhan, H. Igun Sumarno menegaskan bahwa penguatan keagamaan melalui majelis Tahsin Al-Qur’an dan upaya membantu guru lekar adalah wujud komitmen para politisi untuk melayani masyarakat tidak hanya dalam urusan duniawi, tetapi juga akhirat.
Ia mengajak semua pihak, terutama rekan media dan warga Depok, untuk bergabung dan mempertahankan tradisi mengaji ini. “Kalau bukan kita yang mempertahankan, terus mau siapa?Makanya saya mengajak kepada teman-teman kita bergabung ngaji ke sini,” tutup Igun. (Am Depoknet)











