DEPOKNET – Momentum Musyawarah Daerah (Musda) DPD BM PAN Kota Depok tidak hanya melahirkan nahkoda Fajri Syahiddinillah sebagai Ketua, Ajat sebagai Sekretaris, dan Dodi sebagai Bendahara tetapi juga menjadi panggung konsolidasi politik yang cukup krusial. Dua legislator PAN menangkap momentum ini dengan menitipkan pesan mendalam, meminta organisasi kepemudaan tersebut bertransformasi menjadi garis depan partai yang mampu menyelami frekuensi anak muda demi menekan angka golput.
Ketua DPD PAN Kota Depok sekaligus anggota legislatif Kota Depok, H. Igun Sumarno, menyambut baik hasil Musda ini. Ia menilai proses pemilihan berjalan sangat luar biasa dan berhasil melahirkan sosok pemimpin yang visioner. Tugas mendesak berikutnya bagi pengurus baru adalah melakukan penguatan struktur organisasi hingga ke tingkat akar rumput (DPC dan ranting).
“Alhamdulillah BM PAN hari ini, BM PAN perkasa kita ya. Kita sedang musyawarah daerah dan sudah terpilih tadi ya, melalui pemilihan, ketua Syahid,” ujar H. Igun Sumarno.
“Dan mudah-mudahan tugas di depannya akan segera membentuk bukan hanya kelengkapan pengurus yang di DPD BM PAN, tetapi 3 bulan berikutnya itu pasti akan dimaksimalkan pengurus DPC dan ranting-ranting,” tambahnya.
Mengenai strategi menghadapi bonus demografi dan pemilih muda menuju Pemilu 2029, H. Igun memaparkan bahwa ceruk suara dari kalangan milenial dan Gen Z merupakan sasaran krusial demi mendongkrak perolehan kursi PAN di parlemen secara signifikan.
“Saya kira pemilih yang tertinggi saat ini hampir 40% itu kan orang-orang muda, anak-anak muda ya, milenial, Gen Z itu. Makanya target kita sekarang 2029 itu kan 7 kursi ya. Artinya dengan kalau misalkan anak-anak muda ini sudah terbentuk DPD-nya, saya kira ini adalah salah satu modal utama buat buat buat mengambil suara-suara itu,” jelas H. Igun.
Ketika berbicara mengenai kolaborasi antara BM PAN dengan induk partai ke depan, Igun menganalogikan hubungan keduanya layaknya raja dengan patihnya. Peran aktif anak muda dinilai sangat vital sebagai pasukan garis depan yang memiliki fleksibilitas tinggi untuk bergerak di semua kalangan masyarakat.
“Oh, yakin. Kalau kalau BM PAN ini kalau saya analogikan kemarin tadi itu bagaikan raja dengan patihnya gitu kan. Jadi, yang bisa akselerasi ke mana sangat panjang ini kan anak muda. Pasukan tempurnya anak muda. Pasukan paling depan, ke mana pun mereka masuk,” kata Igun.
“Makanya dengan terbentuknya BM PAN ini, saya yakinlah ini salah satu amunisi baru kita, darah-darah segar, anak-anak segar, sangat luar biasa,” timpalnya
Hasbullah Rahmad: Masuk ke Frekuensi Hobi Digital Anak Muda untuk Tekan Golput
Senada dengan hal tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hasbullah Rahmad, menitipkan pesan bahwa euforia Musda harus segera diikuti dengan kerja nyata. BM PAN memiliki Pekerjaan Rumah (PR) besar untuk melengkapi struktur hingga ke tingkat kelurahan sekaligus menggaet potensi pemilih pemula yang sangat mendominasi di Kota Depok.
“Tapi mereka kan punya PR, eh membuat struktur BM PAN di tingkat kecamatan, di tingkat kelurahan, itu kan PR. Yang kedua, PR mereka juga menggarap segmentasi pemilih pemula. Kan 40% kan di Depok ini pemilih pemula kan? Itu anak-anak BM harus menggarap itu,” tegas Hasbullah Rahmad.
Lebih lanjut, Hasbullah Rahmad menekankan pentingnya pendekatan yang adaptif. Menurutnya, kader BM PAN harus mampu beradaptasi dan masuk ke dalam frekuensi dunia digital serta hobi yang digandrungi generasi muda saat ini agar program yang dihadirkan bisa tepat sasaran dan menekan angka golongan putih (golput).
“Ya, mereka harus masuk ke segmentasi anak-anak muda. Karena anak-anak muda itu kan sekarang itu kan lebih ke dunia gadget ya… Harus masuk ke segmentasi yang anak-anak ke hobi, yang anak-anak itu suka,” urai Hasbullah.
“Nah, sekarang kan lebih banyak ke gadget, apakah nanti ada perlombaan game tingkat kota oleh BM, atau apa, sehingga mereka bisa tertarik untuk bisa menyalurkan hak politik mereka di 2029 untuk mencoblos. Jangan sampai nanti sisanya golput kebanyakan anak-anak milenial, kan rugi,” tambah legislator Jabar tersebut.
Menutup pesannya, Hasbullah Rahmad juga mengingatkan bahwa sinergisitas struktur BM PAN dan PAN di setiap tingkatan mulai dari tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan adalah sebuah kewajiban karena keduanya merupakan satu kesatuan yang utuh. Ia bahkan menyarankan agar prosesi pelantikan pengurus di tingkat kecamatan nantinya dapat dilakukan secara bersama-sama.
“Ya, kan wajib. BM ini kan underbow-nya PAN. Jadi dia wajib berkolaborasi, struktur BM di kab- di kota dengan DPD PAN, struktur BM di kecamatan dengan DPC PAN, struktur BM di ranting dengan DPRT-nya PAN, itu harus kolaborasi karena satu kesatuan,” pungkas Hasbullah.



