Depoknet – SMP 20 Mei Raudlatussaadah yang berlokasi di Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, bersiap menyambut pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran mendatang. Sebagai salah satu sekolah swasta yang ditunjuk dalam program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) hasil kerja sama dengan Pemkot Depok, SMP 20 Mei Raudlatussaadah berkomitmen memberikan pelayanan pendidikan gratis yang setara dengan sekolah negeri.
Kepala Sekolah SMP 20 Mei Raudlatussaadah, Inayah, menjelaskan bahwa saat ini total seluruh siswa di sekolahnya mencapai 123 anak dari kelas 7 hingga kelas 9.
”Kalau semuanya, termasuk kelas 9 nih, ada 123. Yang lulus sekarang ada 33,” ujar Inayah saat ditemui di sekolah.
Terkait pendaftaran siswa baru, pihak sekolah saat ini masih menunggu pembukaan jalur resmi dari Dinas Pendidikan Kota Depok. Guna mengantisipasi kendala teknis bagi orang tua murid, pihak sekolah secara proaktif mendata dan memberikan bimbingan awal agar tidak ketinggalan informasi.
”Baru buka pendaftaran, yang link itu tanggal 15, Link dari Dinas. Makanya kemarin sih ada beberapa orang tua yang nomornya kita simpen di sini. Yang namanya orang tua kan takut ketinggalan info,” tutur Inayah.
Ia menambahkan bahwa komunikasi aktif terus dilakukan kepada para orang tua untuk mempersiapkan berkas administrasi menjelang pembukaan link pendaftaran.
Keunggulan Program RSSG dan Tantangan Operasional
Sebagai sekolah penyelenggara RSSG, SMP 20 Mei Raudlatussaadah membatasi kapasitas rombongan belajar demi menjaga efektivitas proses belajar mengajar. Inayah menegaskan tidak ada diskriminasi perlakuan antara siswa program gratis dan siswa reguler yang masih ada di kelas atas.
”RSSG itu disini ada dua kelas. Terus kita juga disini tidak membedakan yang berbayar atau yang tidak ya. Sama kegiatan juga kita alhamdulillah bisa berjalan, gitu ya. Walaupun emang dana nya ada di RSSG. Ya, dikit-dikit bisa kita laksanakan, Alhamdulillah,” paparnya.
Mengenai mekanisme pencairan dana subsidi dari pemerintah yang dibayarkan per semester di bulan ketiga, pihak Yayasan harus memutar otak menyediakan dana talangan guna memastikan hak para guru tetap terpenuhi tepat waktu.
”Pembayarannya per semester. Jadi 6 bulan sekali dibayarkan itu di bulan ketiga. Iya, saya muter dulu lah nyari duit. Kan kita pengennya biar gimana guru jangan terlambat, ya. Cuma kan kalau misalnya emang terlambat ya kita usahakan, gitu,” ungkap Inayah mengenai sistem dana talangan.
Untuk mensiasati masa transisi ketika nantinya seluruh angkatan sudah berstatus full gratis, Inayah mengaku sudah membangun komunikasi yang transparan bersama para tenaga pendidik mengenai keterlambatan pencairan dana dari Dinas yang prosesnya cukup panjang.
Fasilitas Pembelajaran dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Memasuki tahun kedua pelaksanaan RSSG pada bulan Juli mendatang, SMP 20 Mei Raudlatussaadah terus mendapatkan berbagai dukungan fasilitas, mulai dari buku pelajaran gratis hingga pelatihan kompetensi guru yang bekerja sama dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Selain itu, sekolah ini juga menjadi salah satu penerima fasilitas uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG). Untuk tingkat SMP, program ini menyasar seluruh siswa dan guru yang berjumlah sekitar 140 orang.
”SMP-nya kita 123 siswa, iya, sama gurunya 20. Pokoknya kita terima 140. Guru sama siswa. Alhamdulillah, sih, kita kan baru 8 hari, sama ini 9 hari, nih. Datangnya juga tepat waktu, terus menu-nya juga nggak ada yang bau atau apa, gitu. Nggak, semuanya bagus,” urai Inayah.
Pesan untuk Orang Tua Murid dan Kebijakan Larangan Tur Sekolah
Menutup keterangannya, Inayah mengajak para orang tua yang anak-anaknya belum berhasil lolos dalam seleksi PPDB SMP Negeri untuk memanfaatkan program RSSG di sekolah swasta seperti SMP 20 Mei Raudlatussaadah. Program ini menawarkan fasilitas yang sepenuhnya gratis tanpa pungutan uang pangkal maupun uang gedung.
”Kalau memang tidak lulus di SMP negeri, ya diambil ini sayang, gitu, ya. Sayang banget, gitu. Karena, semuanya sudah difasilitasi. Kayak, buku sudah tidak beli lagi, gitu, ya. Tapi untuk yang besar-besarnya, kayak, uang gedung, kita sudah tidak bayar, uang pendaftaran siswa baru pun formulir, sudah tidak, gitu, ya,” jelas Inayah.
Terkait dengan kegiatan luar sekolah, SMP 20 Mei Raudlatussaadah mematuhi instruksi ketat dari Dinas Pendidikan Kota Depok yang melarang pelaksanaan tur atau studi wisata ke luar daerah demi keamanan bersama. Pihak sekolah mengalihkan orientasi kegiatan ke dalam lingkungan sekolah.
”Tur, tidak ada daripada mengambil resiko, ya. Karena, kan, apalagi, kita relasi, kan, sekarang sudah nge-link sama dinas ya. Jadi, kalau mereka bilang tidak boleh, kita tidak laksanakan. Makanya, tahun ini saja, kita tidak ada acara keluar. Sama sekali,” pungkasnya.
(AM/Depoknet)



