DEPOKNET – Lurah Tugu, Ayu, memberikan arahan mengenai pengelolaan Dana RW dalam agenda reses anggota DPRD Kota Depok Dapil Cimanggis, Ade Ibrahim di RW 07. Ayu menekankan bahwa anggaran sebesar Rp25 juta yang dialokasikan untuk tiap RW di menu wisata keberagaman harus terserap maksimal dan dikelola secara inklusif.
Dalam arahannya, ia meminta para Ketua RW untuk tidak eksklusif dalam menentukan program. Ia mendorong agar tokoh agama seperti pengurus Majelis Taklim dan DKM Masjid dilibatkan langsung dalam menyusun usulan kegiatan.
”Saya juga request kepada Ketua RW, peserta yang ikut tidak hanya Ketua RW, Ketua RT, juga masyarakat, tapi mohon perwakilan ada juga dari ketua majelis-majelis taklim, apa DKM-DKM masjid gitu. Mohon izin Pak Dewan, supaya dana RW ini bisa masuk ke setiap unsur, tidak hanya satu golongan saja,” ujar Ayu di hadapan anggota legislatif dan warga.
Ia juga mengingatkan para pengurus lingkungan mengenai pentingnya penyerapan anggaran yang tuntas. Ia menegaskan bahwa sisa anggaran yang tidak terpakai akan dikembalikan ke kas negara dan dapat memengaruhi keberlanjutan program Dana RW di tahun berikutnya.
”Karena kalau Pak Dewan bilang kudu dihabisin, ya betul memang, anggarannya kudu dihabisin, sayang kalau sampai nyisa. Kalau nyampe nyisa mah, RW nanti yang ada tahun depan gak jadi dana RW lagi. Balik lagi, yang ada balik lagi ke setor negara, jadi kudu dihabisin,” bebernya.
Melalui keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam usulan tata keberagaman, dirinya berharap pemanfaatan Dana RW tidak lagi terkesan hanya diputuskan oleh pihak kelurahan dan Ketua RW semata.
(AM/DEPOKNET)

