DEPOKNET – Menanggapi banjir besar yang melanda wilayah Cimanggis pada hari pertama Lebaran, Ketua Umum LSM Kobar Obor Peduli (KOPI), Siswadi, bersama Camat Cimanggis, Rahmat Maulana , menjelaskan langkah strategis untuk penanganan bencana di wilayah tersebut. Pertemuan yang dikemas dalam halal bihalal ini menegaskan pentingnya sinergi antara komunitas lingkungan dan pemerintah daerah.
Ketua Umum LSM KOPI, Siswadi, menekankan bahwa kondisi kebencanaan belakangan ini harus menjadi petunjuk bagi masyarakat untuk lebih aktif menjaga kelestarian alam.
“Pesan utama kita terhadap masyarakat yaitu terkait dengan alam, maka kita sama-sama kita jaga alam. Kondisi kemarin atau beberapa hari yang lalu sudah bisa kita sebagai petunjuklah bahwa kejadian alam ini dengan spontanitas yang begitu mengerikan ya, sampai banjir di mana-mana dan lain sebagainya. Itu perlu peran serta kita lebih aktif lagi untuk membangun lingkungan hidup lebih baik lagi,” ujar Siswadi.
Camat Cimanggis, Rahmat Maulana, menerangkan bahwa banjir yang terjadi pada awal Syawal tersebut dipicu oleh tumpukan sampah yang menyumbat drainase hingga menyebabkan kerusakan infrastruktur.
“Memang hari pertama kemarin Lebaran itu kan banjirnya cukup besar ya. Jadi memang perlu kita giatkan lagi kerja bakti, karena memang sampah itu numpuk. Akibat sampah numpuk sehingga kemudian air mencari jalan, salah satunya tadi jebol dinding itu karena tadi aliran airnya tersumbat,” jelasnya.
Selain faktor sampah, identifikasi di lapangan menunjukkan adanya beberapa lahan kosong di titik-titik rendah yang berpotensi dioptimalkan untuk menurunkan suhu wilayah dan meminimalkan dampak luapan air.
Sebagai solusi konkret, Camat Cimanggis mewacanakan pengusulan pemanfaatan lahan milik pemerintah untuk dialihfungsikan menjadi kantong air atau embung. Langkah ini diharapkan dapat menahan laju air sebelum mengalir ke sungai, sehingga tidak meluap ke pemukiman warga.
“Harusnya ada beberapa lahan milik pemerintah yang bisa kita usulkan untuk penanganan banjir, misalkan sebagai kolam retensi lah atau kita usulkan untuk jadi embung. Sehingga air itu bisa mengalir ke sana gitu selama dia mungkin bisa masih tertahan ke arah sungai. Nah, untuk dia mengalirnya jangan sampai ke warga, ya coba kita buatkan di situ diusulkan untuk jadi embung,” ungkap Camat.
Menyambut hal tersebut, LSM KOPI menyatakan kesiapannya untuk terus bergerak di jalur edukasi dan aksi nyata seperti reboisasi. Siswadi menegaskan bahwa target utama organisasi saat ini adalah membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap keberlanjutan lingkungan.
“Targetnya kita bangun kebersamaan dulu, Mas. Karena ini lebih kepada edukasi. Lingkungan alam ini harus berkelanjutan, harus berkesinambungan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Itu tujuan utamanya,” pungkas Siswadi.
(AM/Depoknet)







