
DEPOKNET – Akses pendidikan tinggi mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak hanya fokus pada pendidikan menengah, tetapi kini tengah menggencarkan bantuan biaya pendidikan untuk jenjang Sarjana (S1) hingga Dokter Spesialis (S2). putra-putri asli Jawa Barat kini semakin terbuka lebar. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PAN, Hasbullah Rahmad, mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak hanya fokus pada pendidikan menengah, tetapi kini tengah menggencarkan bantuan biaya pendidikan untuk jenjang Sarjana (S1) hingga Dokter Spesialis (S2).
Langkah strategis ini diambil demi memeratakan kualitas pelayanan kesehatan serta memperkuat sumber daya manusia (SDM) di seluruh pelosok Jawa Barat.
Pria yang akrab disapa Bang Has ini menjelaskan bahwa prioritas beasiswa spesialis ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli di rumah sakit milik pemerintah daerah. Dengan terpenuhinya dokter spesialis di tiap daerah, masyarakat diharapkan tidak lagi terbebani harus mencari pengobatan ke luar provinsi akibat minimnya fasilitas atau tenaga medis di RS setempat.
“Ada beasiswa sarjana di Jawa Barat, beasiswa sarjana dan beasiswa S2 spesialis kedokteran. Karena kita pengen semua rumah sakit di Jawa Barat harus ada dokter spesialis agar masyarakat Jawa Barat yang berobat di rumah sakit di Jawa Barat itu tidak dioper-oper gitu lho. Hanya karena nggak ada dokter spesialis, hanya karena alat medisnya kurang, dioper ke Tangsel, dioper ke Jakarta,” tegas Hasbullah Rahmad saat memberikan keterangan.
Ia juga memastikan bahwa program beasiswa jenjang S1 akan mulai digulirkan pada tahun ini guna mendukung generasi muda daerah menempuh pendidikan setinggi mungkin.
Selain soal pendanaan, Hasbullah menekankan bahwa kemandirian rumah sakit dalam menangani kasus medis kompleks adalah harga mati. Beasiswa S2 Kedokteran ini menjadi instrumen penting untuk memastikan ketersediaan alat kesehatan canggih di daerah diimbangi dengan kompetensi tenaga ahli yang mengoperasikannya.
“Nah kita berharap rumah sakit di Jawa Barat itu punya dokter-dokter spesialis di bidangnya dan punya alat medis yang canggih yang baik. Sehingga ketika ada tindakan yang harus diambil, itu masyarakat Jawa Barat dioperasi atau ditanganinya di rumah sakit Jawa Barat. Maka ada beasiswa S2 kedokteran yang ditanggung oleh Pemprov Jawa Barat selama dia kuliah S2,” lanjutnya.
Selaku anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jawa Barat, Hasbullah berkomitmen untuk terus mengawal alokasi dana pendidikan dan kesehatan agar tepat sasaran. Hal ini termasuk memastikan kelancaran bantuan bagi siswa tidak mampu di jenjang SMA/SMK yang nilai anggarannya mencapai Rp110 miliar.
Menurut Bang Has, peran wakil rakyat yang vokal dalam memperjuangkan anggaran sangatlah vital agar aspirasi dan kebutuhan warga, khususnya di Kota Depok, tetap menjadi prioritas dan tidak kalah bersaing dengan wilayah lain di Jawa Barat.
(AM/Depoknet)








