• Seputar Depok
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Kesehatan
    • Sejarah
  • Khazanah
    • Kuliner
  • Musik
  • Olah Raga
  • Tendang Baskom
No Result
View All Result
  • Seputar Depok
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Kesehatan
    • Sejarah
  • Khazanah
    • Kuliner
  • Musik
  • Olah Raga
  • Tendang Baskom
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Seputar Depok

Bandingkan dengan Bogor dan Bandung, Legislator Golkar Kritik Pemkot Depok untuk Kembalikan Status UHC

depoknet by depoknet
31 Januari 2026
in Seputar Depok
0
Bandingkan dengan Bogor dan Bandung, Legislator Golkar Kritik Pemkot Depok untuk Kembalikan Status UHC

Bandingkan dengan Bogor dan Bandung, Legislator Golkar Kritik Pemkot Depok untuk Kembalikan Status UHC

80
SHARES
1.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

depoknet.com – Penghentian status Universal Health Coverage (UHC) di Kota Depok memicu gelombang kritik dari berbagai lapisan masyarakat. Kebijakan baru yang mewajibkan verifikasi “Desil” (tingkat kesejahteraan ekonomi) dianggap menjadi barikade birokrasi yang menyulitkan warga, pengurus RT, hingga kader Posyandu saat menghadapi situasi darurat kesehatan.

Kondisi ini memicu desakan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Depok segera mengembalikan status UHC guna menjamin akses kesehatan yang mudah dan praktis bagi seluruh warga tanpa prosedur yang berbelit.
Ketua Komisi DPRD Kota Depok dari Fraksi Golkar, Supriatni, mengungkapkan bahwa kegelisahan di tingkat akar rumput sangat nyata. Menurutnya, syarat pengecekan kelompok Desil 1 hingga 5 untuk mendapatkan jaminan rumah sakit adalah langkah mundur dibandingkan sistem UHC yang hanya berbasis KTP.
“Alasan nya simple dan tidak merepotkan harus mengecek NIK pasien ke dalam aplikasi yang terkait soal desil. Apakah ia masuk kedalam Desil 1,2,3,4,5? jika tidak masuk kedalam desil 1 sampai 5 maka mereka tidak bisa dijaminkan pembiayaan oleh rumah sakitnya. Ini bagi warga yang tidak punya BPJS, atau tidak punya KIS, atau yang BPJS-nya nunggak. Itu merepotkan ketua RT dan juga para kader posyandu,” ujar Supriatni.

Ia mengenang masa di mana jaminan kesehatan di Depok jauh lebih sederhana dan inklusif bagi seluruh pemilik identitas kota.
“Dulu masih ada UHC para ketua RT, para kader posyandu tidak harus direpotkan tinggal bawa saja ke rumah sakit, yang penting pasien ber KTP Dpok beres semua,” lanjutnya.

Hilangnya status UHC ini disebut memberikan dampak luas, terutama bagi mereka yang bertugas di garda terdepan pelayanan masyarakat. Supriatni mengaku dirinya pun kerap menjadi tempat mengadu bagi warga yang kesulitan biaya rumah sakit.
“Dampaknya sangat luar biasa sekali, sangat merepotkan banyak orang. Tidak hanya ketua RT, kader Posyandu, termasuk saya sendiri Anggota dewan yg seringkali diminta bantuan saat warga sakit tidak punya jaminan kesehatan atau BPJS nya nunggak,” tegasnya.

Supriatni kemudian membandingkan kebijakan Depok dengan Kota Bogor dan Kota Bandung. Meski menghadapi pemangkasan bantuan provinsi, kedua kota tersebut dinilai tetap gigih melindungi warganya melalui anggaran kesehatan yang kuat.
“Kota Bogor masih mempertahankan UHC walau dana bantuan Provinsi sangat berkurang sekali. Bahkan kota Bandung lebih dahsyat lagi, tidak hanya yang PBI dijaminkan warganya oleh Walikota nya tetapi masyarakat yang mandiri juga di jaminkan. Yang di tahun 2025 anggaran UHC kota Bandung sebesar Rp280 Mililar , di tahun 2026 menjdi Rp 304 miliar, keren kan Walikota Bandung” tuturnya.

Secara matematis, Supriatni meyakini Depok sangat mampu membiayai kembali program UHC. Saat ini, alokasi dana kesehatan yang tersedia mencapai Rp103 miliar, sementara ambang batas untuk menyandang status UHC adalah Rp170 miliar. Artinya, hanya dibutuhkan tambahan sekitar Rp67 miliar.
“Sebenarnya kota Depok bisa untuk mempertahan kan UHC asal Walikota kita mau berkomitmen kepada BPJS kesehatan kota depok. Secara dana tersedia kota depok untuk kesehatan sebesar Rp103 miliar sedangkan untuk ber- UHC yakni Rp170 miliar kekurangan nya tinggal Rp 67 miliar lagi,” jelasnya.

Ia pun menyentil prioritas anggaran Pemkot Depok yang justru dialokasikan besar-besaran untuk penyertaan modal perusahaan daerah, namun tampak “pelit” untuk urusan kesehatan masyarakat miskin.
“Kalau saja Walikota kita mau berkomitmen kepada BPJS kan di Anggaran Perubahan tinggal kita tambahin aja Rp67 miliar lagi, untuk penambahan modal PDAM tiap tahun nya ratusan miliar bisa, kenapa untuk menjaminkan masyarkat miskin dan rentan tidak bisa? Sedangkan UHC itu perintah nasional,” tutupnya.
(Depok net)

depoknet

depoknet

Kereta Keadilan itu tidak akan diam di sudut peron ketamakan dan keangkuhan, ia akan terus bergerak menjemput para pencarinya di tiap stasiun kesabaran dan keteguhan. Pembaharuan selalu hadir dengan pemberitaan, sabar merangkai berita, teguh mengungkap fakta. Semuanya ada disini, depoknet.com. “Update Berita Dengan Fakta”

Related Posts

H. Hamzah Terpilih Aklamasi Jadi Ketua PGI Depok 2026-2030, Siap Incar Medali di Porprov Jabar
Seputar Depok

H. Hamzah Terpilih Aklamasi Jadi Ketua PGI Depok 2026-2030, Siap Incar Medali di Porprov Jabar

2 Februari 2026
Sampaikan Keluh Kesah ke Kadisnaker Baru, FSB Kamiparho Tuntut Hak Normatif Pekerja Hotel Bumi Wiyata
Seputar Depok

Sampaikan Keluh Kesah ke Kadisnaker Baru, FSB Kamiparho Tuntut Hak Normatif Pekerja Hotel Bumi Wiyata

2 Februari 2026
Perkuat Akar Rumput, DPC PDI Perjuangan Depok Gelar Restrukturisasi Pengurus di 11 Kecamatan
Seputar Depok

Nahkodai PAC PDIP Sukmajaya, Irwan Siap Kobarkan Semangat Militansi dan Menangkan Hati Masyarakat

2 Februari 2026
Tidak Ada Pungli Di Kegiatan Wisata Budaya SMP Negeri 4 Depok
Pendidikan

Tidak Ada Pungli Di Kegiatan Wisata Budaya SMP Negeri 4 Depok

by depoknet
15 Desember 2019
0

DEPOKNET - Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 kota Depok akhirnya menjelaskan terkait informasi yang mengatakan adanya pungutan yang tidak...

Read more
Musda KNPI Bakal Berlanjut, Spanduk Ucapan Selamat Ketua Terpilih Banyak Terpasang

Musda KNPI Bakal Berlanjut, Spanduk Ucapan Selamat Ketua Terpilih Banyak Terpasang

24 Desember 2021
FBR Gardu 0353 Gelar Syukuran Milad FBR Ke 19

FBR Gardu 0353 Gelar Syukuran Milad FBR Ke 19

31 Juli 2020
Polres Depok Apresiasi Kampung Siaga Tangguh Jaya RW 06 Mekarsari

Polres Depok Apresiasi Kampung Siaga Tangguh Jaya RW 06 Mekarsari

20 Januari 2021
Resmi! PSSI Panggil 27 Pemain Bela Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia

Resmi! PSSI Panggil 27 Pemain Bela Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia

10 Maret 2025
Ketua RT Milenial : Metode Kampanye Door To Door Sangat Efektif, Tapi Etika Harus Tetap Dijalankan

Ketua RT Milenial : Metode Kampanye Door To Door Sangat Efektif, Tapi Etika Harus Tetap Dijalankan

7 November 2020
Minat Masyarakat Tinggi, Tirta Asasta Perpanjang Program Gratis Biaya Penyambungan

Minat Masyarakat Tinggi, Tirta Asasta Perpanjang Program Gratis Biaya Penyambungan

17 Februari 2024
Sambut Hari Lingkungan Sedunia, Tirta Asasta Depok himbau Masyarakat Untuk Menjaga Ciliwung.

Sambut Hari Lingkungan Sedunia, Tirta Asasta Depok himbau Masyarakat Untuk Menjaga Ciliwung.

19 Juni 2024
depoknet

Copyright © 2022 depoknet.com. All Rights Reserved.

Navigate Site

  • Redaksi DepokNet (DNet)
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Seputar Depok
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Kesehatan
    • Sejarah
  • Khazanah
    • Kuliner
  • Musik
  • Olah Raga
  • Tendang Baskom

Copyright © 2022 depoknet.com. All Rights Reserved.