Depok & Sekitarnya

Disnaker Sosialisasikan Upah Minimum Sektoral Kota Depok 2019

Kepala Disnaker kota Depok, Drs. Manto, M.Si menyebut, sosialisasi yang dilakukan kepada unsur perusahaan melalui Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) kota Depok, Senin (18/3/2019) dan juga kepada pekerja melalui seluruh serikat pekerja kota Depok, Rabu (20/3/2019), digelar dengan harapan agar standar upah minimum sektoral dapat diterapkan oleh masing-masing perusahaan.

DEPOKNET – Mengacu pada keputusan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Nomor 561/Kep.159-Yanbangsos/2019 tentang Upah Minimum Sektoral Kota Depok Tahun 2019, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok giat menggelar Sosialisasi Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK) Tahun 2019.

Sosialisasi dilakukan Disnaker kota Depok dengan mengundang unsur perusahaan dan juga serikat pekerja kota Depok dalam upaya menyamakan persepsi dan memberikan pemahaman terhadap perusahaan terkait kebijakan upah minimum.

Kepala Disnaker kota Depok, Drs. Manto, M.Si menyebut, sosialisasi yang dilakukan kepada unsur perusahaan melalui Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) kota Depok, Senin (18/3/2019) dan juga kepada pekerja melalui seluruh serikat pekerja kota Depok, Rabu (20/3/2019), digelar dengan harapan agar standar upah minimum sektoral dapat diterapkan oleh masing-masing perusahaan.

Dihubungi DEPOKNET usai menghadiri sosialisasi dengan Serikat Pekerja kota Depok di Wisma Hijau Mekarsari Depok, Rabu (20/3/2019), Manto berharap melalui kegiatan sosialisasi tersebut maka seluruh perusahaan bisa mengetahui besaran UMSK yang harus diberikan kepada pekerja, sehingga diharapkan kesejahteraan pekerja dapat terjamin.

“Mudah-mudahan seluruh perusahaan yang ada di kota Depok bisa menerapkan apa yang sudah disepakati bersama ini,” jelas Manto.

Sebab sambungnya, penetapan UMSK sudah melalui beberapa proses kajian, yang dilanjutkan dengan adanya kesepakatan antara asosiasi pengusaha dengan serikat pekerja buruh dari sektor terkait.

Perihal besaran kenaikan UMSK, Manto menerangkan semua tergantung dari kajian sektor unggulannya. Untuk Kota Depok contohnya, ada 19 industri sektoral, mulai dari industri makanan, minuman, kosmetik, kimia dasar dan logam.

Selain itu urainya, kenaikan UMSK ini juga tergantung negosiasi para pekerja, penghitungan ekonomi makro dan variabel lainnya.

“Kenaikannya pun berbeda-beda, ada yang maksimal delapan persen, ada juga yang di bawah itu, jadi beragam,” ujar Manto.

Secara terpisah, Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Seluruh Indonesia (FSPMI) kota Depok, Wido Pratikno menyambut baik kegiatan sosialisasi yang dilakukan Disnaker kota Depok terkait penerapan UMSK kota Depok 2019.

Wido yang juga Wakil Ketua Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit kota Depok ini meyakini, tujuan diadakannya sosialisasi agar seluruh pihak terkait dapat memahami tentang kenaikan upah minimum yang berlaku mulai 1 Januari 2019.

“Jadi teman-teman pekerja dan seluruh serikat pekerja, para pengusaha dan APINDO, serta semua pihak bisa memahami apa hak dan kewajibannya tentang upah minimum sektoral tersebut, sehingga dapat terwujud hubungan industrial yang harmonis dan tercipta Depok yang kondusif,” tegasnya. (CPB/DepokNet)

2,207 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Print Friendly, PDF & Email
Show More

depoknet

Kereta Keadilan itu tidak akan diam di sudut peron ketamakan dan keangkuhan, ia akan terus bergerak menjemput para pencarinya di tiap stasiun kesabaran dan keteguhan. Pembaharuan selalu hadir dengan pemberitaan, sabar merangkai berita, teguh mengungkap fakta. Semuanya ada disini, depoknet.com. “Update Berita Dengan Fakta”

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Show Buttons
Hide Buttons
Close